Thank you for your interest!

Add free and premium widgets by Addwater Agency to your Tumblelog!


To hide the widget button after installing the theme:

  1. Visit your Tumblr blog's customization page (typically found at http://www.tumblr.com/customize).
  2. Click on Appearance.
  3. Click Hide Widget Button.
  4. Click on Save+Close.

For more information visit our How-To's page.

Questions? Visit us at tumblr.addwater.com

[close this window]

Murid Sinetron Abis, salah siapa?

Beberapa sore Miss Anggun datang mepet dengan jam masuk kelas dan sering membawa makanan kecil karena badannya gemetaran kelaparan belum sempat makan siang.

Alhasil, Miss Anggun sering minta ijin makan jajan sebentar sebelum kelas mulai. Murid-murid tentu senang, karena mereka juga ikut diajak makan jajan dulu :D

Senja kali itu Miss Anggun sudah cukup kenyang untuk mengajar dan tidak lagi membawa jajanan pengganjal lapar. Sesampainya di tangga menuju ruang kelas, Eka dan Hana merebut tasnya. 

Miss Anggun kaget, “Ada apa ini.” batinnya. Muridnya hanya ramai menjelaskan bahwa ini pengawal presiden, sambil menyuarakan musik presiden datang.

Miss Anggun hanya bisa bermimik tak paham dan harus menuruti Eka dan Hana. Eka membawakan tasnya, sementara Hana mengarahkan Miss Anggun bagai seorang pemandu.

Di depan kelas ada Rico dan farhan yang sudah senyum-senyum ribut, menjaga pintu kelas.

Miss Anggun hanya ketawa tidak paham dengan permainan murid-muridnya.

“Ini kalian habis nonton apa sih..” rintih Miss Anggun tapi tetap mengikuti skenario paksaan murid-muridnya.

Ketika memasuki kelas, yang lampunya sedang dipadamkan, Rico dan Farhan langsung menyalakan lampunya.

“Taraaapp..” teriak para murid, meski kurang kompak.

Dalam kelas ada Silvina dan Lisa yang menjadi pemandu tempat duduk dan tempat tas Miss Anggun. 

Papan tulis sudah full oret-oretan yang berbunyi:

Read More

Pertukaran Hati

Masih di Sabtu malam.

“Miss, Bahasa Inggrisnya pertukaran hati itu apa?”

Hana bertanya dengan nada sok sedang marah.

Miss Anggun spontan tertawa, kosakata yang ditanyakan muridnya benar-benar unik. ‘Pertukaran Hati’. Hehe.. Kenapa lagi dengan murid-muridnya, begitu batinnya.

Sambil senyum, Miss Anggun menjawab serius pertanyaan Hana,”Apa ya.. mungkin ‘heart exchange’.” Miss Anggun menulisnya di papan.

“Istilah apa itu?”tanyanya kemudian pada semua murid.

“Sedang terjadi heart exchange, Miss.” Jawab Hana ketus.

 Miss Anggun tersenyum, semakin penasaran.

“Iya, Miss. Terjadi.., heart exchange antara Miss Anggun dan Mr.Bagus.” Eka menyempatkan membaca tulisan ‘heart exchange’ nya Miss Anggun di papan.

Miss Anggun hampir kaget plus ngakak. Murid-muridnya selalu aneh-aneh istilah dan prasangkanya.

“Bagaimana itu Eka, pertukaran hati Miss Anggun dan Mr. Bagus?” senyum Miss Anggun ditahan, diusahakan bermimik bersalah agar murid-muridnya agak kasihan. Miss Anggun menebak dalam hati kalau murid-muridnya sedang berulah lagi ini.

“Dulu Miss Anggun baik dan Mr.Bagus jahat, sekarang kebalik Miss.” Hana menjelaskan.

“Sekarang Miss Anggun lebih galak. Gak bisa diajak rame sedikit, keras-tegas, pelajaran terus dan serius.” Eka menambahkan.

“Mr.Bagus lho Miss udah agak baik sekarang.” Rico ambil suara.

Miss Anggun menunggu suara anak lain kalau ada yang mungkin mau menambahkan. Pandangan Miss Anggun ke arah Lisa, tapi yang dipandang hanya senyum-senyum agak takut ngomong. Jadi lah Lisa hanya diam aneh.

“Kapan Miss Anggun bilang kalo Miss Anggun baik atau Miss Anggun ingin dianggap baik? Kalian nggak tahu aja kalo sebenarnya Miss Anggun ini orangnya tegaan dan jahat pada anak-anak. Jadi kalian salah kalo dulu menganggap Miss Anggun baik.” 

Miss Anggun sekarang serius. Dia menikmati perannya dalam tiga pertemuan ini. Di satu sisi Miss Anggun memang lagi banyak tekanan di pekerjaannya di luar, di sisi lain suasana kelasnya sudah tidak terkendalikan. Miss Anggun pun berniat mengubah kelenturannya, menjadi lebih banyak tegas dan serius. Murid-muridnya menganggap dia berubah menjadi jahat.

“Miss Anggun cuma seminggu sekali ketemu kalian. Kalo tiap ketemu kalian cuma mau dihibur dengan game dan sama sekali tidak mau mendengarkan Miss Anggun seperti sebelum-sebelumnya, lebih baik jangan masuk kelasnya Miss Anggun.”

“Siapapun yang ada di kelas Miss Anggun adalah tanggungjawab Miss Anggun. Jika satu setengah jam pertemuan kita ini hanya untuk memperingatkan kalian yang keluar masuk kelas mengganggu yang lain, keluar masuk kamarmandi, memadamkan lampu-lampu kelas, hanya untuk memperingatkan kalian mengerjakan soal, atau untuk hal-hal lain yang mengganggu aktivitas belajar-mengajar, tidak akan cukup anak-anak.”

“Sekarang coba..” Miss Anggun mengulang lagi penjelasan tentang Degree of Comparison yang sedang ia bawakan tiga pertemuan ini. Hanya singkat, karena memang hanya untuk mengingatkan klue menjawab. 

“Ingat tiga hal, tobe, verb/kata kerja, dan modal. Itu yang kalian gunakan untuk mengisi titik di akhir kalimat degree of comparisonnya.”

“Jika ada tobe, maka isikan tobe. Jika kalimatnya menggunakan modal, maka kita isikan modal ‘can will must may’ di isian akhir. Selain itu, jika kata kerja, tanpa tahu artinya kita masih bisa menjawab soalnya, berarti pake apa kalo kata kerja?”

“Do/Does” jawab beberapa murid.

“Pintar! Pasti isiannya do atau does.”

Miss Anggun membuat contoh soal. Menunjuk cepat satu per satu muridnya yang menjawab langsung di tempat mereka duduk. 

Mereka serius. Mereka kali ini terbawa suasana Miss Anggun yang sungguh-sungguh ingin mereka paham. Mereka bisa dibilang mungkin akan berkata dalam hati bahwa mereka baru benar-benar paham kali ini.

Beberapa bertanya membayangkan jika soalnya agak berbeda, studi kasus jika soalnya lain. Jika begini jadi bagaimana, jika begitu juga bagaimana.

Lama-lama kelas mencair dengan sendirinya. 

Tidak ada Rico yang keluar masuk kelas atau mainan saklar lampu. Hana, Eka, Farhan juga tidak lagi dibuat mengikuti atraktifnya Rico. Lisa selalu manis di kelas tapi kali ini Lisa yang pendiam ikut tanya meski sedikit, semoga artinya Lisa jadi lebih paham. Lisa pendiam, bisa tidak bisa diam. 

“Jadi gampang sekali bukan materi kita beberapa hari ini?? Kenapa kemarin-kemarin bilang sulit?? Tentu karena ketika Miss Anggun menjelaskan yang lain rame dan keluar masuk mengganggu yang lain. Yang mau serius mendengarkan jadi tidak konsentrasi, akibatnya tidak terlalu paham. Sekarang jelas kan? Mudah kan?? Sangat mudah bahkan pasti kata kalian dalam hati. Materi seringan ini memang terlalu mudah untuk murid-murid pintar seperti kalian…”

Di akhir kelas, Miss Anggun meminta maaf atas sifat aslinya yang keluar, akunya. Miss Anggun bukan guru yang sabar seperti yang mereka kira, terangnya dengan nada lembut.

Dan seperti biasa, meski sudah sangat jarang akhir-akhir ini, Miss Anggun mulai bercerita lagi. Tentang kisah murid-murid lain di daerah terpencil dan minim fasilitas, minim asupan gizi sehingga otak tak secemerlang mereka, tentang syukur dan kesungguhan menuntut ilmu. Tentang bercandaan juga bahwa jangan hanya bermimpi bisa ke luar negeri, mereka disuruh bisa pergi ke luar angkasa. ;)


Cinta pada kesunyian membuat kita menikahi kesepian.

Aku percaya bahwa setiap manusia itu mempunyai pasangan yang sudah ditetapkan. Mungkin dengan mengalami jatuh cinta pada kesunyian kita akan lebih bisa merasakan jatuh cinta pada keceriaan yang berbagi kesedihan.

Hidup sendiri itu tidak masalah mungkin, hanya saja hidup berdua itu lebih menarik.

Seluruh isi dunia diciptakan berpasangan, maka adalah suatu kebodohan untuk memilih hidup sendirian tanpa alasan yang logis.

Seperti semua yang memiliki proses dan fasenya tersendiri.

Faseku masih dalam bagian itu. Sendiri.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).


--

QS Ali Imran Ayat: 8

jangan engkau jadikah hati kami menolak perintah-Mu hanya karena kami tidak menyukainya

(via kurniawangunadi)

(Source: hanifahprawira)




kurniawangunadi:

Terlalu biasa untuk membicarakan sesuatu yang biasa bukan, tidak menarik.

Aku bertanya pada beberapa kawan lelaki mengenai perempuan seperti apa yang di harapkan. Pintar-cerdas-baik-solehah dan seabrek kriteria baik lainnya dihadapkan.

Ya tentu saja aku bertanya kepada laki-laki baik, yang…

For Them

Untuk mereka yang selalu menghadirkan harapan dan kepercayaad diri, 

kalian sangat berarti, kalian sumber energi.

Karena itu yang sedang krisis pada diriku dan kalian hadir tulus menumbuhkannya meski sebentar.

Aku mencintai kalian..

Orang bilang ada kekuatan-kekuatan dahsyat yang tak terduga, yang bisa timbul pada samudera, pada gunung berapi, dan pada pribadi yang tahu benar akan tujuan hidupnya.


--Pramoedya Ananta Toer (via kuntawiaji)

annisaadejanira:

chibird:

Life is tough, but every struggle makes you stronger.

yeah \:D/

annisaadejanira:

chibird:

Life is tough, but every struggle makes you stronger.

yeah \:D/

source: antithisandthat
Funny but tragic

source: antithisandthat

Funny but tragic

When you do something noble and beautiful and nobody noticed, do not be sad. For the sun every morning is a beautiful spectacle and yet most of the audience still sleeps.


-- John Lennon (via aworldofexperiences)


Mei Anggun Soraya. Economics 2008 at Airlangga University